Selasa, 03 September 2019

contoh laporan praktek produk biotekhnologi pembuatan tape ketan


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini , makalah ini disusun berdasarkan praktik ‘’produk bioteknologi’’ yaitu pembuatan tape ketan. Penerapan bioteknologi untuk menghasilkan suatu prosuk yang bermanfaat bagi manusia.Kami ucapkan terima kasih kepada guru yang telah membimbing kami dalam mengerjakan pembuatan produk bioteknologi ini ,serta kepada teman-teman tak lupa kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna namun demikian memberikan manfaat bagi kami. Akhir kata kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua . kritik dan saran bersifat membangun kami terima dengan senang hati.

                                                                                       Betung, 27 Maret 2019
                 

                                                                                           Penyusun

                                                                                                                              
                                                                                                                 
     


                                                                                                                         
                                                            DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR…………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. 2
BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………….. 3
A. Latar Belakang ………………………………………………………………………….3
B. Tujuan  …………………………………………………………………………………. 3
C. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………….3
BAB 2  ISI ………………………………………………………………………………… 4
A. Pembuatan tape ketan…………………………………………………………………… 4
B. Alat dan Bahan …………………………………………………………………………..4
C.Cara kerja …………………………………………………………………………………4
BAB 3 Informasi tentang tape ketan …………………………………………………… 5
A. Informasi tentang tape ketan ………………………………………………………….. .5
B. Pengaruh konsumsi tape bagi kesehatan ………………………………………………..6
BAB 4 PENUTUP ………………………………………………………………………... 7
A. Kesimpulan …………………………………………………………………………….. 7
B. Foto-foto praktek ………………………………………………………………………. 7


 BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Bioteknologi adalah metode yang melibatkan makhluk hidup atau organisme hidup untuk menghasilkan produk baru sehingga dapat bermanfaat bagi manusia. Atau dapat dikatakan juga bioteknologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari cara memanfaatkan organisme hidup dalam melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang maupun jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Bioteknologi berasal dari dua kata yaitu kata Bio dan kata Teknologi. Kata Bio dapat diartikan kehidupan sedangkan kata Teknologi diartikan sebagai suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan secara praktis. Jaman sekarang Bioteknologi tidak hanya berdasarkan biologi saja, tetapi dari berbagai macam ilmu terapan juga, seperti dari biokimia, biologi molekuler, genetika, mikrobiologi, komputer dan lain-lain. Dapat di definisikan juga bioteknologi yaitu ilmu terapan yang menggabungkan berbagai macam cabang ilmu dalam memproses barang atau jasa yang bisa bermanfaat bagi manusia.

B.Tujuan
1.      Mampu menerapkan pembuatan produk bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari
2.      Untuk mengetahui cara pembuatan tape ketan
3.      Umtuk mengetahui kekurangan dan kelebihan tape ketan

C. Rumusan masalah
1.      Bagaimana cara membuat tape ketan ?
2.      Bagaimana kandungan gizinya ?
3.      Apa kekurangan dan kelebihan tape ketan ?




 BAB 2
ISI
1. Pembuatan tape ketan
    Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol, makanan ini dibuat dari beras ketan dengan jamur endomycopis fibuligera , rhizopus oryzae atau saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi untuk fermentasi tapai merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur), seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, dan Pediococcus sp. namun tidak tertutup kemungkinan jenis lain juga terlibat. Tapai hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket

2. Alat dan Bahan
1.      Beras ketan (1,5 kg)
2.      Ragi  ( 50 gram )
3.      Daun pisang ( secukupnya )
4.      Tampa / talam ( 1 buah )
5.      Tusuk / lidi ( secukupnya )


C. Cara kerja
a)      Rendam beras ketan kurang lebih 2 jam , kemudian rebus selama kurang lebih 3 jam , lalu dinginkan .
b)      Setelah dingin taburkan ragi yang telah dihaluskan pada permukaan beras ketan tersebut dan taburkan juga ragi diatasnya .
c)      Bungkus beras ketan yang telah ditaburkan ragi kedalam daun pisang kurang lebih 50 gram setiap bungkus.
d)      Simpan beras ketan yang sudah dibungkus kedalam kardus jangan sampai terdapat udara di dalamnya ( selama satu minggu )






BAB 3
INFORMASI TENTANG TAPE KETAN
A.Informasi tentang tape ketan
Tape ketan adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan ketan yang diolah secara fermentasi. Dalam proses fermentasi tape ketan tahap persiapan (pencucian, pemasakan dan pendinginan), pengerjaan, dan fermentasi (pemanasan, inokulasi dengan ragi, dan inkubasi) merupakan tahap yang berpengaruh penting untuk menghasilkan tape ketan dengan mutu baik . Selain menentukan cita rasanya, hasil dari proses fermentasi juga sangat menentukan komposisi kimia tape ketan. Tape ketan umumnya memiliki tekstur lembut, rasa manis, sedikit asam, dan cita rasa yang khas karena mengandung sedikit alkohol. Komponen utama dalam ketan sendiri adalah pati, yang dalam keadaan utuh sangat sulit didegradasi dengan zat kimia maupun enzim. Bahkan, pati yang dipanaskan dengan air tidak akan mengalami perubahan hingga suhu gelatinasinya tercapai. Oleh karena itu, dibutuhkan bantuan bakteri untuk mendegradasi komponen pati yang terdapat dalam ketan.Ragi mengandung berbagai bakteri asam laktat yang sangat dibutuhkan untuk fermentasi tape ketan . Tape ketan pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam hal variasi pengolahan. Oleh karena itu untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi dan peningkatan nilai gizi terhadap produk tape ketan dilakukan upaya diversifikasi dalam pengolahan tape ketan. Salah satu alternatif diversifikasi pengolahan tape ketan ini adalah membuat tape ketan ini dengan menambahkan pewarna alami yaitu dari Wortel (Daucus carota) . Wortel merupakan tanaman hortikultura yang terkenal sebagai sayuran sumber vitamin A karena kandungan β-karotennya yang tinggi.Selain kandungan vitamin dan mineralnya, wortel juga merupakan sumber serat yang baik . Tanaman wortel (Daucus carota) merupakan tumbuhan jenis sayuran yang banyak tumbuh di Indonesia dan produksinya cukup tinggi terutama di daerah Sulawesi Utara khususnya Tomohon dan kecamatan Modoinding.Umbi wortel biasanya berwarna oranye dengan tekstur serupa kayu, bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya, kandungan vitamin A cukup tinggi yaitu mencapai 12000 SI, sedangkan untuk kandunganmikronutrien difokuskan pada kandungan provitamin A (beta karoten). Kandungan beta karoten yang terkandung dalam umbi wortel yaitu sebesar 75,84 %. Selain itu, wortel juga mengandung protein dan zat gizi lainnya yang diperlukan tubuh serta mengandung zat warna alami yaitu karotenoid yang merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, oranye dan merah oranye.Wortel memiliki kadar air yang cukup tinggi yaitu mencapai 88% menyebabkan wortel segar mudah rusak sehingga penanganan pascapanennya harus optimal. Wortel termasuk kelompok sayuran yang merupakan tanaman hortikultura . Beras ketan merupakan bahan makanan yang mengandung karbohidrat (pati).Semua bahan pangan yang mengandung karbohidrat dapat diolah menjadi makanan khas yang disebut tape.Tape merupakan salah satu jenis makanan hasil fermentasi yang mengandung cukup gizi diantaranya energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1 dan air. penelitian ini bertujuan untuk menguji kadar protein pada tape ketan dengan penambahan sari buah nanas.Percobaan rancangan yaitu sari buah nanas dengan volume 0 ml, 20 ml, 30 ml, dan 50ml untuk setiap 0,25 kg singkong. Hasil penelitian, kadar protein tape ketan pada penambahan sari buah nanas volume 0 ml adalah 1.6%, volume 20 ml adalah 3.4%, volume 30 ml adalah 7.8% dan volume 50 ml adalah 14.8%.


B.Pengaruh konsumsi tape ketan
Keunggulan tape ketan

Fermentasi tapai dapat meningkatkan kandungan Vitamin B1 (tiamina) hingga tiga kali lipat. Vitamin ini diperlukan oleh sistem saraf, sel otot, dan sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik.  Karena mengandung berbagai macam bakteri “baik” yang aman dikonsumsi, tapai dapat digolongkan sebagai sumber probiotik bagi tubuh. Cairan tapai dan tapai ketan diketahui mengandung bakteri asam laktat sebanyak ± satu juta per mililiter atau gramnya. Produk fermentasi ini diyakini dapat memberikan efek menyehatkan tubuh, terutama sistem pencernaan, karena meningkatkan jumlah bakteri dalam tubuh dan mengurangi jumlah bakteri jahat. Kelebihan lain dari tapai adalah kemampuannya tapai mengikat dan mengeluarkan aflatoksin dari tubuh. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh kapang, terutama Aspergillus flavus . Toksik ini banyak kita jumpai dalam kebutuhan pangan sehari-hari, seperti kecap. Konsumsi tapai dalam batas normal diharapkan dapat mereduksi aflatoksin tersebut. Di beberapa negara tropis yang mengkonsumsi singkong sebagai karbohidrat utama, penduduknya rentan menderita anemia . Hal ini dikarenakan singkong mengandung sianida yang bersifat toksik dalam tubuh manusia. Konsumsi tapai dapat mencegah terjadinya anemia karena mikroorganisme yang berperan dalam fermentasinya mampu menghasilkan vitamin B12.

Kelemahan tape ketan

Konsumsi tapai yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dan gangguan sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV3. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, konsumsi tapai perlu dilakukan secara terkendali dan pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan higienis



 BAB 4
PENUTUP
A.Kesimpulan
Bioteknologi adalah proses-proses biologi oleh mikroorganisme yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Salah satunya ialah tape ketan . Tape ketan ialah hasil fermentasi beras ketan dengan jamur endomycopsis fibuligera , rhizopus oryzae , dan saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Tape ketan juga dapat mengandung vitamin yang berguna bagi tubuh dan dapat dikomersial secara luas melalui industry kecil sampai menengah .



B. Foto-foto praktek


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda